Media Orang Kampung (10/6/2012) - Hassan al-Banna yang dilahirkan pada 14 Oktober 1906 telah hafal Al-Qur’an pada usia 12 tahun. Ia adalah seorang mujahid dakwah, peletak dasar-dasar gerakan Islam sekaligus sebagai pendiri dan pimpinan Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslimin).
Ia mengkampanyekan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar menurut Al-Quran dan Sunnah hingga dibunuh oleh penembak misterius yang diyakini sebagai agen-agen Yahudi, pada 12 Februari 1949 di Kairo. Ia syahid dengan mewasiatkan karya-karya monumentalnya, seperti Catatan Harian Dakwah dan Da'i serta Kumpulan Surat-surat. Tidak diragukan lagi Hasan al-Banna menjadi teladan yang unggul dalam dakwah dan memberikan contoh yang cemerlang bagi umat ini bagainama dakwah seharusnya dilakukan.
Dakwahnya dikenal sangat humanis, tidak agitatif apalagi propokatif. Ia terkenal sangat rendah hati dan tawadlu’, lantaran itu iapun tidak segan-segan masuk ke warung-warung kopi tempat orang-orang ramai berkumpul untuk minum-minum kopi atau ngobrol dan menggosip. Ia duduk bersama mereka, mendengar mereka dan menyampaikan nasehat-nasehat dengan caranya sendiri.
Selain itu, Hasan Al-Banna juga aktif dalam menentang imperialisme Inggris di Mesir. Selama Perang Dunia II, ia sempat ditangkap oleh pemerintah pro-Inggris, dan menuduhnya sebagai ekstremis.
Hassan al-Banna melihat Jihad sebagai strategi defensive. Ia setuju bahwa jihad adalah kewajiban komunal defensif dikenakan pada umat Islam dalam rangka untuk menyiarkan Islam dan menegakkan keadilan, dan bahwa adalah sebuah kewajiban individu untuk menolak serangan orang-orang kafir. Walaupun demikian ia menyatakan teror bukan cara yang bisa diterima dalam Islam.
Banyak warisan dari Hasan Al-Banna yang sangat inspiratif
dan memperkaya wawasan untuk beramal yang benar. Berikut ini adalah 10 wasiat
emasnya yang berharga:
1.
Bangunlah segera untuk melakukan
sholat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaannya.
2.
Baca, telaah dan dengarkan Al-Qu’ran
atau dzikirlah kepada Allah dan janganlah engkau menghambur-hamburkan waktumu
dalam masalah yang tidak ada manfaatnya.
3.
Bersungguh-sungguhlah untuk bisa
berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.
4.
Jangan memperbanyak perdebatan dalam
berbagai bidang pembicaraan sebab hal ini semata-mata tidak akan mendatangkan
kebaikan.
5.
Jangan banyak tertawa sebab hati
yang selalu berkomunikasi dengan Allah (dzikir) adalah tenang dan tentram.
6.
Jangan bergurau karena umat yang
berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus-menerus.
7.
Jangan mengeraskan suara di atas
suara yang diperlukan pendengar, karena hal ini akan mengganggu dan menyakiti.
8.
Jauhilah dari membicarakan kejelekan
orang lain atau melukainya dalam bentuk apapun dan jangan berbicara kecuali
yang baik.
9.
Berta’aruflah dengan saudaramu yang
kalian temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta’awun (kerja sama).
10.
Pekerjaan rumah kita sebenarnya
lebih bertumpuk dari pada waktu yang tersedia, maka manfaatkanlah waktu dan
apabila kalian mempunyai sesuatu keperluan maka sederhanakanlah dan percepatlah
untuk diselesaikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar