Laskar Mujahidin Gelar Latihan
Media Orang Kampung (13/6/2012) – Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Laskar Mujahidin Tingkat Nasional yang digelar di Ponpes Darus Syifa, Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, akhirnya tetap digelar. Kegiatan itu untuk saling kenal antarsesama dan menjalin silaturrahmi.
“Kedatangan pemerintah maupun aparat keamanan serta masyarakat ke ponpes untuk menghadiri kegiatan Latsar menunjukan jalinan silaturrahmi,” ungkap Direktur Ponpes Darus Syifa Tirpas TGH Tafaul Amri, dalam sambutannya pada pembukaan Latsar Nasional Laskar Mujahidin di Ponpes Darus Syifa, Selasa (13/6).
“Adanya silaturrahmi dan saling kenal, maka kita telah menciptakan kedamaian, dan menghilangkan saling curiga,” katanya. Kalau saling curiga tanpa mau datang melakukan silaturrahmi, lanjutnya, maka hal itulah yang akan memunculkan konflik.
Dia berharap, dengan digelarnya Latsar Laskar Mujahidin Tingkat Nasional ini tak memunculkan kecurigaan. “Kegiatan yang dilakukan inipun tidak bertentangan dengan hukum maupun agama, sehingga pemerintah wajib memberikan perlindungan dan dukungan,” tegasnya.
Keberadaan Laskar Mujahidin selama ini, menurut dia, untuk membangun negara, bukan perusak negara seperti yang kerap didengungkan di luar. “Tidak mungkin kami hancurkan negara,” ucapnya.
Salah satu langkah untuk bela negara, sambung dia, dengan melakukan pelatihan, terutama untuk pelatihan fisik. ”Tidak mungkin kita hancurkan negara. Keberadaan Mujahidin di tengah masyarakat ingin menjadi perekat, bukan penyekat,” tandasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Lombok Timur AKBP Agus Nugroho SIK SH MH, Sekretaris Daerah Lotim H Usman Muchsan mewakili Bupati, Wakil Ketua Laskar Mujahidin Pusat Ustad Abu Muhammad Jibril Abdurrahman, Ketua Ketua Tanfiziyah DPP MMI, Ustad. Irfan S Awas.
Sekda Lombok Timur H Usman Muchsan dalam sambutannya, mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi terhadap kegiatan pelatihan yang dilakukan Laskar Mujahidirin, sepanjang kegiatannya tak bertentengan dengan tuntunan agama maupun hukum yang berlaku. Dia persilahkan sepanjang kegiatannya dijalankan dengan baik, terutama dalam menempa mental dan fisik serta menambah wasasan tentang agama.
Pemerintah hanya mengingatkan silahkan lakukan kegiatan dengan niat yang bagus dan bersih, tanpa ada tujuan lain, yang dinilai akan merugikan Laskar Mujahidin sendiri. “Silahkan sosialisasi juga terhadap masyarakat agar masyarakat paham dengan kegiatan yang dilakukan, sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah masyakat,” jelasnya.
“Kalau masyarakat paham terhadap keberadaan Laskar MMI ini,maka sudah tentu prasangka buruk dan kecurigaan tidak akan ada,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Amir MMI Ustad Abu Jibril Abdurrahman, dalam sambutannya juga mengungkapkan, kegiatan Diklatsat Laskar Mujahidin Tingkat Nasional ini sangat baik, terutama dalam keikutsertaan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan agama Islam dari rongrongan bangsa asing, atau ancaman dari negara lain.
Ketiatan Latsar ini, katanya, bukan untuk menjatuhkan negara. Mestinya pemerintah memberikan dukungan prasarana atau sarana, bukan justru dalam melakukan kegiatan dibatasi. “Semestinya pemerintah harus berlaku adil dalam berbagai hal, tidak pilih kasih, karena itu yang akan menjatuhkan wibawa pemerintah di mata masyarakat nantinya,” ucapnya.
Begitu juga diungkapkan Ketua Tanfiziyah MMI Pusat, Ustad,H. Irfan S Awas. Menurutnya, kegiatan Latsar Laskar Mujahidin di Lotim tak perlu dirisaukan atau diresahkan, karena kegiatan ini untuk menempa mental dan fisik anggota Majelis Mujahidin sendiri, termasuk memperdalam perbinaan spiritual.
“Memang selama ini kerap disebut sebagai latihan teroris. Padahal kenyataan tidak seperti yang dibayangkan, sehingga paradigma prasangka buruk itu harus dihilangkan. Tetapi dengan kehadiran Kapolres dan pejabat Pemkab Lotim, isu yang dikembangkan di luar tak perlu dihiraukan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Lotim AKBP Agus Nugroho, S,Ik,SH, MH, dalam sambutannya, juga mengatakan, terhadap kegiatan Latsar Laskar Mujahidin ini tak perlu ada yang dikhawatirkan, karena MMI melaksanakan kegiatan dengan terbuka dan tak ada yang ditutup-tutupi sebagaimana anggarapan masyarakat selama ini. “Silahkan laksanakan kegiatan, jaga Kamtibmas di tengah masyarakat, serta bangun terus komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat sekitar,” pintanya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar